Juita
Rasmana, 07 Mei 2018, 22:40
Balikpapan,
Senin, 07 Mei 2018
Bismillah.
Tepat
pukul 15.15, setelah rapat koordinasi Wisuda Al Qur’an pada hari Ahad tanggal
13Mei 2018 nanti, aku langsung mengambil helm dan kunci motorku. Dan langsung
menuju Perpustakaan Daerah Balikpapan. Entah kenapa rasanya, hatiku selalu
terpaut dan deg-degkan untuk menuju kesana setelah menerima uang gaji (apakah
ini cinta..? ^0^). ^-^”. Tapi bukan tanpa alasan. Di sana memang ada bazar buku
yang harganya lumayan terjangkau dibulan-bulan awal gajian. Bisa di bilang jika
sedia uang seratus ribu, bisa habis hanya untuk dua buku kalau saja di
belanjakan di Gramedia (Toko buku terbesar di Indonesia untuk saat ini), tapi
kalau di Perpus daerah kamu bisa membeli dua puluh buku pcs komik atau dapat
empat sampai lima buku dengan uang seratus ribu.
Setelah
tiba di perpus daerah Balikpapan, aku langsung absen screen pengunjung dan memberikan KTPku ke petugas perpus untuk
mendapatkan kunci loker. Loker yang kudapatkan nomor 105. Aku langsung menuju
loker yang sudah disediakan dan menaruh tas dan Hpku di dalam sana dan hanya
mengambil dompet koin recekanku berwarna cream.
Aku suka dompetku. Karena bentuknya kecil simpel, dan muat untuk menyimpan
beberapa kartu transaksi pembayaran dan kartu identitas.
Setelah
kusimpan barang-barangku, aku langsung menuju box-box tripleks berukuran dua
kali tiga yang disusun dua berbanjar di lantai satu perpus. Tepat di sebelah
ruang loker. Pertama, aku menuju ke box pertama yang terdekat dulu. Kubongkar
satu bersatu. Buku-buku yang tadi berada di sebelah kanan yang telah ku korek-korek menjadi berpindah
tempat kesebelah kiri. Jika tidak dapat buku yang kunginkan, aku langsung
mengorek di sebelahnya lagi. Buku yang tadii berada di bawah box kini semua
pindah berada di paling atas. Dan buku-buku calon dibeli ku taruh di atas pojok
box. Dan itu ku lakukan kepada semua box yang berada di sana.
Semuanya
ada sepuluh box empatnya boxnya berisi komik. Enamnya berisi buku-buku bacaan
umum. Lengkap. Dari terkait buku masakan, fotografi, novel teenlit, novel
dewasa, buku pelajaran, buku agama, buku mewaranai dan lain-lain. Kalau kamu
kutu buku. Yakinlah kau akan seperti orang kelaparan dan kalap melihat
tumpukan-tumpukan buku yang begitu menggiurkan mata. Bagaimana tidak, buku-buku
itu semua dari Gramedia yang yang lama tak terjual (cuci gudang) dan akhirnya
dijual lebih murah dari harga aslinya.
Setiap
box kutumpuk sekitar lima sampai sepuluh buku. Setelah semuanya ku sortir,
langkah terkahir adalah aku memilih yang mana buku terbaik. Dan setelah itu, ku
serahkan kekasir dan yang terseleksi adalah buku yang paling kubutuhkan karena
yang terakhir ini, adalah seleksi penyesuaian dengan anggaran belanja. Dan
harus pas, tidak boleh lebih. Dan akhirnya buku yang berhasil kubawa pulang ada
empat. Yaitu; Wreck This Journal Oleh Keri Smith, Kenali Calon Pasanganmu (Dari Tanggal Lahir, Tanda Tangan,
Tulisan, dan Garis Tangan) Oleh Dimas Haryanto, Istri Yang Hebat Oleh Nurlaela
el-Anwari, ISIS Oleh Muhammad Haidar Assad.
******
Tapi
kali ini aku lebih tertari mengulas buku Keri
Smith (Wreck This Journal). Aku mendapat buku ini di bagian buku paling bawah
box, dan bentuknya kalau dijual mungkin hanya dengan harga sepuluh ribu. Tapi
ketika kulihat sekilas aku tertarik untuk membukanya. Dan isinya aneh dan unik.
Hanya tulisan instruksi tak ada kalimat deskriptif. Kalaupun ada itu hanya ada
pada kalimat pengantar. Tulisanya betul-betul dari tulisan tangan si Penulis,
jadi hasilnya sangat semrawut tapi
untungnya bisa dibaca. Dan akhirnya, hari ini buku malang dan GILA itu jadi milikku.
Dari
Bagian Sampulnya berwarna Hitam, kemudian bagian tengahnya ada gambar visual
seperti kertas buku tulis yang dipotong segi empat yang bertuliskna “WRECK THIS
JOURNAL” dengan efek pilox. Kemudian setiap sisinya diselotip warna hijau muda
transparan. Di bawahnya bertuliskan HANCURKAN BUKU INI kemudian di bawah
sebelah kanan nama penulis. Keri Smith.
Pada bagian sudut-sudut buku berbentuk tumpul. Tidak tajam seperti sudut-sudut
buku pada umumnya.
Pada
bagian belakang buku, ada gambar foto visual sobekan kertas buku catatan
seperti di tempelkan horisontal pada belakang buku, kemudian bertuliskan “Dari:”,
Kemudian pada sobekan kedua, kertas yang sama namun lebih besar dengan tulisan “Kepada:”
Pada bagian kertas. Di bagian bawah sobekan kertas, bertuliskan “ Bungkus rapi
buku ini lalu paketkan kediri anda sendiri”. Pada bagian samping screen harga, ada gambar segi empat
seperti gambar perangko. Di dalam gambar tersebut tertulis “ Pasang Perangko”.
Pertama
kali aku melihat buku ini, aku tertarik. Karena menurutku aneh dan ini unik.
Karena aku salah satu tipe pencari inspirasi dan paling suka hal-hal yang meanrik,
aneh yang di luar dari hal biasa (anti meanstream)
dan selalu ingin think out the
box. Tapi sayang orang yang berpikir
seperti aku, jarang di terima pemikirannya oleh kebanyakan orang. Karena
terkesan aneh ^_^”. Dan
salah satunya buku yang kutemukan dari beberapa puluh buku yang telah sortir
tadi. Dari melewati beberapa tahap seleksi kemudian akhirnya dia lulus
verifikasi. ^0^. Dan yang pasti hikmah dari pencarian buku ini adalah: “Buku yang
memiliki ide gila, sudah pasti pembacanya adalah orang-orang demikian.”
Setelah
kubuka beberapa saat bagian halamannya, langsung kuputuskan untuk harus membeli
buku tersebut. Pada bagian dalam bertuliskan beberapa kalimat pengantar, ucapan
terima kasih. Setelah itu hanya tulisan
perintah berwarna hitam putih.
Seperti
judulnya. Bisa anda bayangkan buku ini memang dibuat untuk di hancurkan. Mulai
intruksi menginjak-injak, menusuk-nusuk, mencoret, menggesek dengan koin,
Membanting, diayunkan, ditempeli dengan benda-benda aneh, dijahit,
dibasahi, diludahi dan masih banyak lagi
cara untuk mengahncurkan buku tersebut. Dan menurutku buku ini artinya, “kamu belum selesai membaca, jika saja buku
ini masih berbentuk utuh.”.
Dari
cara Keri Smith, buku ini di ciptakan bukan karena asal. Tapi pasti ada maksud.
Bisa dibaca dari kalimatnya pada bagian kata pengantar. Ia mengucapkan;
“......terima kasih juga kepada para seniman berbakat,
Steve Lambert dan Chnthia Yardley-Lambert,
telah banyak bertukar pikiran dalam sebuah kuliah tentang Seni Kontemporer.” ( Smith Keri, Wreck This Journal : 2016)
“...Buku ini didedikasikan untuk semua perfeksionis di
seluruh dunia.” (
Smith Keri, Wreck This Journal : 2016)
Ia
tidak secara langsung mengucapkan tujuan dan maksud dari diciptakannya buku
ini. Tapi secara tersirat, buku ini sebenarnya bertujuan untuk membuka imajinasi,
inspirasi para pembaca buku tersebut dapat berkarya lebih gila, lebih ekstrim, lebih maintream, labih ancur namun aestetic¸
jika ada yang lebih greget lagi, maka itulah tujuan dari Keri
Smith untuk si Pembaca yang berminat atau ingin mencicipi serunya berimajinasi dalam dunia seni rupa.
Sejauh
ini, penulis resensi hanya mengetahui beliau dari beberapa sumber website, yang
mendeskripsikan bahwa Keri Smith
adalah seorang penulis, ilustrator dan seniman konseptual Kanada. Menurut situs
webnya, "Fokus utama pekerjaan / penelitian [Smith] adalah menciptakan apa
yang disebut oleh penulis Umberto Eco 'Open works', karya yang diselesaikan
oleh pembaca / pengguna." [1] Sebagian besar buku-bukunya mendorong
pembaca untuk memperluas lingkup kreativitas mereka, seperti di Wreck This
Journal, ia memiliki pembaca melakukan hal-hal untuk buku itu sendiri daripada
memiliki pembaca hanya menggambar atau mewarnai dalam halaman buku itu. Selain
Menghancurkan Jurnal Ini, buku-buku terlaris lainnya termasuk Mess dan This Is
Not A Book. Dia juga menulis untuk How Magazine.
Smith juga seorang ilustrator freelance dan telah bekerja untuk Random House, The Washington Post, The New York Times, dan The Boston Globe, serta untuk Ford Motor Company, Gallison / Mudpuppy Press dan Hallmark. Hingga 2011, ia memberi ceramah tentang berbagai topik untuk sekolah dan organisasi di seluruh Amerika Utara.
Smith juga seorang ilustrator freelance dan telah bekerja untuk Random House, The Washington Post, The New York Times, dan The Boston Globe, serta untuk Ford Motor Company, Gallison / Mudpuppy Press dan Hallmark. Hingga 2011, ia memberi ceramah tentang berbagai topik untuk sekolah dan organisasi di seluruh Amerika Utara.
Adapun
buku-buku yang telah ia tulis adalah
Living
Out Loud: Activities to Fuel a Creative Life (Chronicle, 2003)
Tear
up this Book!: The Sticker, Stencil, Stationery, Games, Crafts, Doodle, And
Journal Book For Girls! (American Girl Publishing, 2005)
Wreck
this Journal (Perigee, 2007, reprint 2012)
The
Guerilla Art Kit (Princeton Architectural Press, 2007)
This
is Not a Book (Penguin, 2009)
Mess:
The Manual of Accidents and Mistakes (Penguin, 2010)
Finish
This Book (Penguin, 2011)
The
Pocket Scavenger (Penguin, 2013)
Everything
is Connected (Perigee, 2013)
The
Wander Society (Penguin, 2016
The
Line (Penguin, 2017)
Aku
sendiri, mulai dari hari ini akan
mencoba hal-hal gila dari sebuah buku tersebut. Dari pernyataanku tersebut, secara tidak langsung, buku tersebut sangat
aku rekomendasikan bagi pembaca yang gila
akan imanjinasi berkesenian.
Dan
menurutku untuk pembaca, jika anda berkeinginan untuk berkarya dan mencipta
sesuatu di luar dari kebiasaan anda..... mulailah dari memiliki buku ini.
Selamat membaca...!!! ^_^
Berikut beberapa pembaca yang telah berhasil menghancurkan buku Journalnya :
Perintah menempelkan Hewan-hewan kecil
Di dalam buku
Perintah mengumpulkan huruf "W"
Menyembunyikan bagian halaman di halaman tetangga.
Dan masih bnyak lagi referensi laiinya di berbagai sumber.....
Berikut beberapa pembaca yang telah berhasil menghancurkan buku Journalnya :
Di dalam buku
Perintah mengumpulkan huruf "W"
Menyembunyikan bagian halaman di halaman tetangga.
Dan masih bnyak lagi referensi laiinya di berbagai sumber.....
